Cari ...

Validating credentials, please wait...
  • Layanan Pengaduan Bea Cukai Telukbayur harap hubungi no. 0811-6688-555

Home

Impor

Impor

Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean

A. Pengertian impor

Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Yang dimaksud daerah pabean adalah wilayah republik indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undang-undang ini. Jadi secara sederhana, kegiatan impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam wilayah indonesia. Secara yuridis, barang yang dimasukkan ke dalam daerah pabean diperlakukan sebagai barang impor dan terutang bea masuk.

B. Tujuan dan manfaat impor

Kebijakan impor sepenuhnya ditujukan untuk

  • Mengamankan posisi neraca pembayaran,
  • Mendorong kelancaran arus perdagangan luar negeri, dan
  • Meningkatkan lalu lintas modal luar negeri untuk kepentingan pembangunan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan laju pertumbuhan di era milenial ini

C. Dokumen Impor

  1. invoice adalah dokumen yang berfungsi sebagai perwujudan transaksi jual beli antar eksportir dan importir. Di dalam dokumen ini tercantum harga yang harus dibayar oleh importir dan apa jenis barang serta berapa jumlah barang yang harus diserahkan oleh eksportir. Ada tiga(3) jenis invoice yaitu
  2. proforma invoice adalah suatu bentuk invoice yang sifatnya belum final, hanya berupa penawaran dari penjual kepada pembeli yang potensial.
  3. Commercial invoice adalah suatu nota perincian mengenai data-data barang yang ditransaksikan dan juga memuat informasi mengenai harga yang harus dibayar oleh pihak pembeli.
  4. Consular invoice adalah invoive yang secara khusus diterbitkan oleh instansi resmi kedutaan atau konsuler suatu negara.
  5. Packing list adalah dokumen yang berisi keterangan mengenai uraian dari barang-barang yang dikemas, dibungkus, diikat dan sebagainya yang tujuannya adalah mempermudah pengecekan atau pemeriksaan.
  6. Bill of lading adalah dokumen pengangkutan barang yang dikirim melalui sarana pengangkutan laut. Istilah lengkap untuk B/L adalah Marine Bill of Lading atau Ocean Bill of Lading, yang diterbitkan oleh maskapai pelayaran (carrier) atau agen kapal sebagai bukti telah diterimanya barang untuk dikirimkan kepada penerima di luar negeri.
  7. Polis asuransi adalah suatu bentuk bukti tertulis atas pembayaran premi untuk menutup pertanggungan resiko terhadap sejumlah barang yang diangkut dengan kapal dan secara tegas dinyatakan dalam kontrak pertanggungan resiko.
  8. Sertifikat Keterangan Asal (SKA) adalah Sertifikat yang dikeluarkan oleh surveyor tertentu yang isinya adalah pernyataan dan sekaligus dokumen pembuktian bahwa asal barang benar-benar dari negara/lokasi yang dinyatakan dalam sertifikat.
  9. Sertifikat pemeriksaan adalah dokumen tentang pemeriksaan fisik terhadap kondisi dan keadaan barang yang akan diekspor yang dilakukan oleh surveyor independen atau badan-badan resmi yang ditunjuk dan disahkan oleh pemerintah suatu negara.
  10. Sertifikat Mutu (certificate of quality) adalah dokumen yang memuat hasil analisa dan hasil test atas produk di unit-unit penelitian dan/atau laboratorium.
  11. Sertifikat mutu pembuatan barang (Manufacturer’s Quality Certificate)merupakan dokumen yang diterbitkan oleh pabrik yang memproduksi barang yang berisi mengenai kualitas barang, kondisi barang dan pemenuhan standar barang yang ditetapkan.
  12. Sertifikat Analisis (Certificate of Analysis) adalah dokumen yang memuat tentang pernyataan kandungan bahan dan proporsi bahan yang terdapat dalam kemasan produk.
  13. Weight List / Weight Note/Weight certificate adalah dokumen yang dibuat dengan tujuan untuk mengetahui berat barang yang sesungguhnya agar iimportir dapat mempersiapkan alat-alat pengangkut yang diperlukan pada saat pembongkaran dan pengangkutan ke tempat importir.
  14. Daftar Ukuran (Measurement List) adalah dokumen yang berisi keterangan mengenai ukuran panjang, tebal, diameter maupun volume dari barang yang diekspor

D. Fasilitas impor.

  • Dasar Hukum
  1. Undang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan;
  2. Peraturan Menteri Keuangan nomor 228/PMK.04/2015 tentang Impor untuk Dipakai;
  3. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-16/BC/2016 sebagaimana telah diubah sampai dengan PER-07/BC/2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengeluaran Barang Untuk Dipakai.
  • Prosedur
  1. Importir menyampaikan pemberitahuan Impor Barang melalui portal INSW (Indonesia National Single Windows) untuk kemudian diteruskan ke PDE kepabeanan (CEISA). Penyampaian ini bisa dilakukan importir sendiri ataupun dikuasakan kepada PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa kepabeanan);
  2. Importir melakukan pembayaran dalam hal terdapat Bea Masuk, Cukai dan Pungutan Dalam Rangka Impor yang harus dibayarkan ke Bank;
  3. Ceisa melakukan penjaluran terhadap dokumen PIB,
  • Jalur Hijau, maka akan terbit SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang).
  • Jalur Kuning, maka importir wajib menyampaikan dokumen pendukung untuk dilakukan pemeriksaan dokumen oleh Pejabat pemeriksa dokumen. Apabila dinyatakan sesuai oleh pemeriksa dokumen, akan terbit SPPB
  • Jalur merah, dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan dokumen. Apabila dinyatakan sesuai oleh pemeriksa dokumen, akan terbit SPPB.

Importir dapat mengeluarkan barang impornya setelah mendapat SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang)

Bagan Alur Impor

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com